KURVA DISOSIASI OKSIGEN PDF

Hemoglobin Hemoglobin adalah molekul protein pada sel darah merah yang berfungsi sebagai media transport oksigen dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru paru. Kandungan zat besi yang terdapat dalam hemoglobin membuat darah berwarna merah. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi. Untuk dapat memahami proses respirasi dengan jelas maka harus diketahui afinitas oksigen terhadap hemoglobin karena suplai oksigen untuk jaringan dan pengambilan oksigen oleh paru-paru sangat tergantung pada hubungan tersebut.

Author:Guran Akinozil
Country:Madagascar
Language:English (Spanish)
Genre:Life
Published (Last):10 September 2011
Pages:46
PDF File Size:2.25 Mb
ePub File Size:17.25 Mb
ISBN:764-7-84261-879-1
Downloads:93855
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Malalrajas



Hemoglobin Hemoglobin adalah molekul protein pada sel darah merah yang berfungsi sebagai media transport oksigen dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru paru.

Kandungan zat besi yang terdapat dalam hemoglobin membuat darah berwarna merah. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi. Untuk dapat memahami proses respirasi dengan jelas maka harus diketahui afinitas oksigen terhadap hemoglobin karena suplai oksigen untuk jaringan dan pengambilan oksigen oleh paru-paru sangat tergantung pada hubungan tersebut.

Kurva disosiasi oksigen adalah kurva yang menggambarkan hubungan antara saturasi oksigen atau kejenuhan hemoglobin terhadap oksigen dengan tekanan parsial oksigen pada ekuilibrium yaitu pada keadaan suhu 37oC, pH 7. Kurva oksihemoglobin tergeser kekanan apabila pH darah menurun atau PC02 meningkat. Dalam keadaan ini pada P02 tertantu afinitas hemoglobin terhadap oksigen berkurang sehingga. Pergaseran kurva sedikit kekanan akan membantu pelepasan oksigen kejaringan-jaringan. Pergeseran ini dikenal dengan nama Efek Bohr.

Sebaliknya, penigkatan pH darah alkalosis atau penurunan PCO2, suhu, dan 2,3DPG akan menyebabkan pergeseran kurva disosiasi oksihomoglobin kekiri. Pergeseran kekiri menyebabkan peningkatan afinitas hemoglobin terhadap oksigen. Akibatnya uptake oksigen dalam paru-paru meningkat apabila terjadi pergaseran kekiri, tetapi pelepasan oksigen ke jaringan-jaringan terganggu.

Kurva Disosiasi Oksigen yang berbentuk sigmoid ini secara fisiologis menguntungkan karena bagian puncak kurva yang mendatar memungkinkan jumlah oksigen arteri tetap tinggi dan stabil walaupun terjadi perubahan tekanan parsial oksigen. Sebaliknya bagian tengah dari kurva yang terlihat curam memungkinkan penglepasan oksigen dengan mudah pada perubahan tekanan parsial oksigen yang kecil. Peningkatan rasio plasma CO2 juga akan menurunkan pH darah oleh karena sifat antagonis antara proton dan karbondioksida.

Peningkatan CO2 ini akan mempengaruhi kurva oksigen terlarut dalam darah. Pergeseran kurva ke sebelah kanan berarti suatu pengurangan dalam afinitas dari hemoglobin untuk oksigen. Efek fasilitas transport oksigen seperti hemoglobin membungkus oksigen di dalam paru-paru, tetapi kemudian melepaskan ke jaringan-jaringan yang paling membutuhkan oksigen. Ketika jaringan tersebut metabolismnya meningkatan, produksi karbon dioksidanya pun meningkat.

Karbon dioksida dengan cepat dijadikan molekul bikarbonat dan proton asam oleh enzim karbonik anhydrase. Hal ini menyebabkan pH jaringan menurun dan juga meningkatkan oksigen terlarut dari hemoglobin, memperbolehkan jaringan tersebut memperoleh oksigen yang cukup sesuai kebutuhannya. Kurva disosiasi bergeser ke kanan ketika karbon dioksida atau konsentrasi ion hydrogen meningkat.

Efek Root Efek Root didefinisikan sebagai penurunan kadar oksiden dalam darah, pada saat pH darah menurun. Efek Root hanya dapat ditemukan pada ikan teleost atau ikan bertulang keras kecuali Amia calva dan pada tingkatan Hb. Dasar lengkap mengenai efek Root masih belum terpecahkan. Secara pisiologi, implikasi mengenai transportasi gas pada efek Root sangat berbeda dibandingkan dengan efek Bohr. Hal ini dikarenakan angka kecepatan O2 dari Hb ke mata dan sirip. Dengan demikian, karakteristik Hb dan bentuk sistem laju dalam ikan teleost membentuk perkalian O2 yang tidak ada bandingnya di kerajaan bintang dan mampu membagkitkan tekanan darah hampir 20 kali dibandingkan dalam arteri darah.

Daftar Pustaka Syarif, Rusli. Learn more about Scribd Membership Home. Much more than documents. Discover everything Scribd has to offer, including books and audiobooks from major publishers. Start Free Trial Cancel anytime. Uploaded by Arvilia Humsari. Document Information click to expand document information Description: tugas. Date uploaded Nov 01, Original Title Tugas 2. Did you find this document useful? Is this content inappropriate?

Report this Document. Description: tugas. Flag for Inappropriate Content. Download Now. Original Title: Tugas 2. Related titles. Carousel Previous Carousel Next. Jump to Page. Search inside document. Gambar 1 pergeseran ke kiri menunjukan efek Bohr. Gambar 2 Penemu efek bohr: Christian Bohr. More From Arvilia Humsari.

Arvilia Humsari.

CHRIS ATTON ALTERNATIVE MEDIA PDF

kurva oksigen.pptx

To browse Academia. Skip to main content. By using our site, you agree to our collection of information through the use of cookies. To learn more, view our Privacy Policy. Log In Sign Up. Kurva oksigen.

MASNAVI MANAVI IN PDF

kurva disosiasi hb oksigen

Embed Size px x x x x Four other simple points to remember to allow rapid and reasonablyaccurate drawing of the ODC in a viva are:. The ICU point can be considered as the point on the curve thatseparates the steep lower part from the flat upper part. This is a bit artificial but a pO2 of 60 mmHg in this sense isconsidered as the lowest acceptable pO2 in an ICU patient becausemarked desaturation occurs at pO2 values below this point. This is the point which represents mixed venous blood. This term is used in reference to the oxygen dissociationcurve. It is usually used in relation to haemoglobin but can also beused for other oxygen binding proteins such as myoglobin.

CAROLYN BORODEN FIBONACCI TRADING PDF

dr.Zulkarnain, M.Sc: Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Unsyiah

Dalam biokimia , kinetika Michaelis—Menten adalah salah satu model kinetika enzim yang diketahui paling baik. Rumus kinetika ini dituliskan sebagai. Persamaan ini dikenal sebagai persamaan Michaelis—Menten. Pada tahun , kimiawan fisik Victor Henri menemukan bahwa reaksi enzim diprakarsai oleh ikatan lebih umum lagi, interaksi yang mengikat antara enzim dan substrat. Hal ini dapat digambarkan secara skematis.

Related Articles