KHO PING HOO PEDANG ASMARA PDF

He is well known in Indonesia for his martial art fiction set in the background of China or Java. During his 30 years career, at least stories has been published. Despite the fact that most of his stories were based on Chinese martial art genre, Kho Ping Hoo never actually learned Chinese. He had his inspirations from Hong Kong and Taiwan kung fu films.

Author:Arashitaur Fenritaxe
Country:Benin
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):21 June 2008
Pages:406
PDF File Size:17.54 Mb
ePub File Size:17.10 Mb
ISBN:852-9-60937-788-9
Downloads:70341
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mezshura



Goodreads helps you keep track of books you want to read. Want to Read saving…. Want to Read Currently Reading Read. Petualang Asmara. Other editions. Error rating book. Refresh and try again. Open Preview See a Problem? Kho Ping Hoo. Details if other :. Thanks for telling us about the problem. Return to Book Page. Preview — Petualang Asmara by Asmaraman S. Get A Copy.

More Details Edition Language. Serial Pedang Kayu Harum 2. Other Editions 1. Friend Reviews. To see what your friends thought of this book, please sign up. To ask other readers questions about Petualang Asmara , please sign up. Lists with This Book. This book is not yet featured on Listopia. Community Reviews. Showing Average rating 3. Rating details. Sort order. Aug 29, Adita Oktaria added it. There are no discussion topics on this book yet. About Asmaraman S. Asmaraman S. Kho Ping Hoo, lelaki peranakan Cina kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 17 Agustus , yang kendati tak bisa membaca aksara Cina tapi imajinasi dan bakat menulisnya luar biasa.

Selama 30 tahun lebih berkarya, dia telah menulis sekitar judul serial berlatar Cina, dan 50 judul serial berlatar Jawa. Ceritanya asli dan khas. Dia pengarang yang memiliki ide-ide besar, yang tertuang dalam napas ceritanya yang panjang.

Sepertinya dia tak pernah kehabisan bahan. Bahkan setelah dia meninggal dunia akibat serangan jantung pada 22 Juli dan dimakamkan di Solo, namanya tetap melegenda. Karya-karyanya masih dinikmati oleh banyak kalangan penggemarnya.

Bahkan tak jarang penggemarnya tak bosan membaca ulang karya-karyanya. Beberapa karyanya dirilis ulang media massa, difilmkan, disandiwararadiokan, dan di-online-kan, serta disinetronkan. Dia meninggalkan nama yang melegenda. Lewat penerbit CV Gema, karya-karyanya masih terus dicetak. Dia juga banyak mengajarkan filosofi tentang kehidupan, yang memang disisipkan dalam setiap karyanya. Salah satu tentang yang benar adalah benar, dan yang salah tetap salah, meski yang melakukannya kerabat sendiri.

Penggemar cerita silat Kho Ping Hoo sangat banyak yang setia. Mereka sudah gemar membaca karya Kho Ping Hoo sejak usia an tahun hingga usia di atas an tahun. Mula-mula mereka senang melihat gambar komiknya. Namun, lama-lama makin tertarik cerita tulisannya. Tak jarang penggemar mengoleksi karya-karya Kho Ping Hoo, bahkan mencarinya ke bursa buku bekas di kawasan Senen. Namun, ia seorang otodidak yang amat gemar membaca sebagai awal kemahirannya menulis.

Ia mulai menulis tahun Tahun , cerita pendeknya dimuat oleh majalah Star Weekly. Inilah karya pertamanya yang dimuat majalah terkenal ketika itu. Sejak itu, semangatnya makin membara untuk mengembangkan bakat menulisnya. Banyaknya cerpenis yang sudah mapan, mendorongnya memilih peluang yang lebih terbuka dalam jalur cerita silat. Apalagi, silat bukanlah hal yang asing baginya. Sejak kecil, ayahnya telah mengajarkan seni beladiri itu kepadanya.

Sehingga dia terbilang sangat mahir dalam gerak dan pencak, juga makna filosofi dari tiap gerakan silat itu. Karya cerira silat pertamanya adalah Pedang Pusaka Naga Putih, dimuat secara bersambung di majalah Teratai. Majalah itu ia dirikan bersama beberapa pengarang lainnya. Saat itu, selain menulis, ia masih bekerja sebagai juru tulis dan kerja serabutan lainnya, untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Namun, setelah cerbung silatnya menjadi populer, ia pun meninggalkan pekerjaanya sebagai juru tulis dan kerja serabutan itu, dan fokus menulis. Hebatnya, ia menerbitkan sendiri cerita silatnya dalam bentuk serial buku saku, yang ternyata sangat laris.

Hal itu membuat kreatifitasnya makin terpicu. Karya-karyanya pun mengalir deras. Cerita silatnya pun makin bervariasi. Tak hanya cerita berlatar Cina, tetapi juga cerita berlatar Jawa, di masa majapahit atau sesudahnya. Bahkan, selain secara gemilang memasukkan makna-makna filosofis, dia pun menanamkan ideologi nasionalisme da Other books in the series.

Serial Pedang Kayu Harum 1 - 10 of 12 books. Books by Asmaraman S. As dedicated readers already know, some of the best and most innovative stories on the shelves come from the constantly evolving realm of young ad Read more Trivia About Petualang Asmara No trivia or quizzes yet. Welcome back. Just a moment while we sign you in to your Goodreads account.

2N2219 PDF

Petualang Asmara

He is well known in Indonesia for his martial art fiction set in the background of China or Java. During his 30 years career, at least stories has been published. Despite the fact that most of his stories were based on Chinese martial art genre, Kho Ping Hoo never actually learned Chinese. He had his inspirations from Hong Kong and Taiwan kung fu films. He made a significant contributions to Indonesian colloquial literature. The novels also introduce many Chinese terms in Hokkien dialects to Indonesian terms. Because of his illiteracy in Chinese languages, his writings contain various errors regarding historical and geographical reality of China.

ALC5642 PDF

Serial Pedang Kayu Harum Series

Goodreads helps you keep track of books you want to read. Want to Read saving…. Want to Read Currently Reading Read. Petualang Asmara.

FUNGOS BIOLUMINESCENTES PDF

Sidharta Myra. Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo b. In: Archipel , volume 48, Actually, he wrote that very first story out of necessity. He had established a new magazine for short stories with some friends and had approached a translator of this genre of stories to become a regular contributor.

Related Articles