ASUHAN KEPERAWATAN GASTROENTERITIS PADA ANAK PDF

Embed Size px x x x x Diare merupakan keluhan yang sering ditemukan pada orang dewasa. Di Amerika Serikat diperkirakan 8. Frekuensi kejadian diare di Indonesia adalah 2.

Author:Mazshura Kagashicage
Country:Uzbekistan
Language:English (Spanish)
Genre:Software
Published (Last):7 February 2009
Pages:166
PDF File Size:19.8 Mb
ePub File Size:16.28 Mb
ISBN:985-8-13232-389-7
Downloads:53567
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Samum



This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA. Home current Explore. Words: 6, Pages: Preview Full text. Latar Belakang Diare pada anak merupakan masalah kesehatan dengan angka kematian yang masih tinggi terutama pada anak umur tahun. Masalah ini memerlukan penatalaksanaan yang tepat dan memadai. Secara umum penatalaksanaan diare akut ditujukan untuk mencegah dan mengobati, dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, malabsorpsi akibat kerusakan mukosa usus, penyebab diare yang spesifik, gangguan gizi serta mengobati penyakit penyerta.

Untuk memperoleh hasil yang baik maka pengobatan harus rasional. Dari data-data di atas menunjukan bahwa diare pada anak masih merupakan masalah yang memerlukan penanganan yang komprehensif dan rasional. Terapi yang rasional diharapkan akan memberikan hasil yang maksimal, oleh karena efektif, efisien dan biaya yang memadai.

Yang dimaksud terapi rasional adalah terapi yang: 1 tepat indikasi, 2 tepat obat, 3 tepat dosis, 4 tepat penderita, dan 5 waspada terhadap efek samping obat.

Dari hasil pengamatan kami mendapatkan jumlah anak yang masuk RS Budi Mulia Bitung dengan Gastroenteritis mencapai 49 anak pada bulan Mei — 19 Juni Sebagian besar dari diare akut disebabkan oleh karena infeksi. Banyak dampak yang dapat terjadi karena infeksi saluran cerna antara lain: pengeluaran toksin yang dapat menimbulkan gangguan sekresi dan reabsorpsi cairan dan elektrolit dengan akibat dehidrasi, gangguan 1 keseimbangan elektrolit dan gangguan keseimbangan asam basa.

Invasi dan destruksi pada sel epitel, penetrasi ke lamina propria serta kerusakan mikrovili yang dapat menimbulkan keadaan maldigesti dan malabsorpsi. Dan bila tidak mendapatkan penanganan yang adekuat pada akhirnya dapat mengalami invasi sistemik. Beberapa cara penanganan dengan menggunakan antibiotika yang spesifik dan antiparasit, pencegahan dengan vaksinasi serta pemakaian probiotik telah banyak diungkap di beberapa penelitian.

Untuk melaksanakan terapi diare secara secara komprehensif, efisien dan efektif harus dilakukan secara rasional. Secara umum terapi rasional adalah terapi yang : 1 tepat indikasi, 2 tepat dosis, 3 tepat penderita, 4 tepat obat, 5 waspada terhadap efek samping. Jadi penatalaksanaan terapi diare yang menyangkut berbagai aspek didasarkan pada terapi yang rasional yang mencakup kelima hal tersebut. Tujuan 1. Mendeskripsikan teori medis dan keperawatan pada anak dengan Gastroenteritis 2.

Mendeskripsikan aplikasi Asuhan Keperawatan pada anak dengan Gastroenteritis 3. Memberikan analisa perbandingan antara teori dan praktek Asuhan Keperawatan pada anak dengan Gastroenteritis. Manfaat Melalui makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pembaca, sebagai berikut: 2 1. Sebagai bahan masukan bagi perawat dalam pelaksanaan Asuhan Keperawatan pada anak dengan Gastroenteritis. Sebagai referensi bagi mahasiswa yang akan melaksanakan praktek Keperawatan Anak selanjutnya.

Metode Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah: 1. Studi kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan materi-materi yang relevan dari buku dan internet.

Studi kasus, yaitu dengan mengaplikasikan Asuhan Keperawatan secara langsung pada anak dengan Gastroenteritis di Ruang Sta. Sistematika Penulisan Makalah ini terdiri dari lima bab. Bab I adalah pendahuluan yang terdiri latar belakang, tujuan, manfaat, metode dan sistematika. Bab II adalah tinjauan pustaka yang terdiri dari definisi, etiologi, patofisiologi, manifestasi klinik, komplikasi, pemeriksaan diagnostik, penatalaksanaan terapeutik, pengkajian, diagnosa, intervensi, dan evaluasi.

Bab III adalah aplikasi yang terdiri dari pengkajian, analisa data, diagnosa keperawatan, rencana keperawatan, implementasi, dan evaluasi. Bab IV adalah pembahasan yang meliputi. Bab V adalah penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran. Dan makalah ini di akhiri dengan daftar pustaka.

Gastroenteritis merupakan suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya, ditandai dengan peningkatan volume, keenceran, serta frekuensi lebih dari tiga kali sehari pada neonates dengan atau tanpa lendir darah Hidayat Azis, Etiologi Faktor Infeksi: 1. Bakteri: enteropatogenic escerichia coli, salmonella, shigella, yersinia enterocolitica. Virus: enterovirus, adenovirus, rotavirus. Jamur: candida enteritis 4. Parasit: giardia clamblia, cryptosporidium 5.

Protozoa Bukan faktor infeksi: 1. Alergi makanan: susu, protein 2. Gangguan metabolik atau malabasorbsi: penyakit celiac, cystic fibrosis pada pancreas. Iritasi langsung pada saluran pencernaan oleh makanan 4. Obat-obatan: antibiotic 5. Penyakit usus: colitis ulcerative, crohn disease, enterocolitis 6.

Obstruksi usus Hidayat Azis, Patofisiologi Proses terjadinya Gastroenteritis dapat disebabkan oleh berbagai kemungkinan faktor diantaranya: 1. Faktor infeksi, proses ini dapat diawali adanya mikroorganime kuman yang masuk ke dalam saluran pencernaan yang kemudian berkembang dalam usus dan merusak sel mukosa usus yang dapat menurunkan daerah permukaan usus. Selanjutnya terjadi perubahan kapasitas usus yang akhirnya mengakibatkan gangguan fungsi usus dalam absorbsi cairan dan elektrolit.

Atau juga dikatakan adanya toksin bakteri akan menyebabkan system transport aktif dalam usus halus, sel di dalam mukosa intestinal mengalami iritasi dan meningkatnya cairan dan elekrtolit. Mikroorganisme yang masuk akan merusak sel mukosa intestinal sehingga menurunkan area permukaan intestinal, perubahan kapasitas intestinal dan terjadi gangguan absorbsi cairan dan elektrolit.

Faktor malabsorbsi merupakan kegagalan dalam melakukan absorbsi yang mengakibatkan tekanan osmotic meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan eletrolit ke ronga usus yang dapat meningkatkan isi rongga usus sehingga terjadilah Gastroenteritis. Faktor makanan ini dapat terjadi apabila toksin yang ada tidak mampu diserap dengan baik.

Sehingga terjadi peningkatan peristaltic usus yang mengakibatkan penurunan kesempatan untuk menyerap makanan yang kemudian menyebabkan Gastroenteritis. Faktor psikologi dapat mempengaruhi terjadinya peningkatan peristaltic usus yang akhirnya mempengaruhi proses penyerapan makanan yang dapat mnyebabkan Gastroenteritis Hidayat Azis, Manifestasi Klinik 1. Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair atau encer 2. Terdapat tanda dan gejala dehidrasi; turgor kulit jelek elastisitas kulit menurun , ubun-ubun dan mata cekung, membran mukosa kering 5 3.

Kram abdominal 4. Demam 5. Mual dan muntah 6. Anoreksia 7. Lemah 8. Pucat 9. Perubahan tanda-tanda vital; nadi dan pernapasan cepat Menurun atau tidak ada pengeluaran urine E. Komplikasi 1. Dehidrasi 2. Hipokalemi 3. Hipokalsemi 4. Cardiac dysrhrythmias akibat hipokalsemi dan hipokalsemi 5. Hiponatremi 6. Syok hipovolemik 7. Asidosis F. Pemeriksaan Diagnostik 1. Riwayat alergi pada obat-obatan atau makanan 2. Kultur tinja 3. Pemeriksaan elektrolit, BUN, creatinin, dan glukosa 4.

Pemeriksaan tinja; pH, lekosit, glukosa, dan adanya darah G. Penatalaksanaan Terapeutik 1. Penanganan fokus pada penyebab; 2. Pemberian cairan dan elektrolit; oral seperti; pedialyte atau oralit atau terapi parenteral; 3. Pengkajian Pengkajian yang sistematis meliputi pengumpulan data,analisa data dan penentuan masalah. Pengumpulan data diperoleh dengan cara intervensi,observasi,psikal assessment.

Kaji data menurut Cyndi Smith Greenberg, adalah: 1. Identitas klien. Riwayat keperawatan. Awal serangan: Awalnya anak cengeng,gelisah,suhu tubuh meningkat,anoreksia kemudian timbul diare. Keluhan utama : Faeces semakin cair,muntah,bila kehilangan banyak air dan elektrolit terjadi gejala dehidrasi,berat badan menurun.

Pada bayi ubun-ubun besar cekung, tonus dan turgor kulit berkurang, selaput lendir mulut dan bibir kering,frekwensi BAB lebih dari 4 kali dengan konsistensi encer.

Riwayat kesehatan masa lalu. Riwayat penyakit yang diderita,riwayat pemberian imunisasi. Riwayat psikososial keluarga: dirawat akan menjadi stressor bagi anak itu sendiri maupun bagi keluarga,kecemasan meningkat jika orang tua tidak mengetahui prosedur dan pengobatan anak,setelah menyadari penyakit anaknya,mereka akan bereaksi dengan marah dan merasa bersalah.

E515 PWA SCH PDF

Konsep Askep Pada Anak Sakit- Diare

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA. Home current Explore. Words: 6, Pages: Preview Full text. Latar Belakang Diare pada anak merupakan masalah kesehatan dengan angka kematian yang masih tinggi terutama pada anak umur tahun.

A WHISPER OF CALADAN SEAS PDF

Askep Diare

Descubra todo lo que Scribd tiene para ofrecer, incluyendo libros y audiolibros de importantes editoriales. Diare gejala yg terjadi karena kelainan yg melibatkan fungsi pencernaan, penyerapan dan sekresi Wong, Diare berkepanjangan berlangsung lebih dari 7 hari. Diare kronis berlangsung lebih dari 14 hari. Tanda fisiknya cenderung lebih berat pada kehilangan cairan yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan dehidrasi isotonik atau hipertonik. Biasnya dehidrasi ini terjadi karena kehilangan air yang lebih banyak dibandingkan dengan asupan elektrolit yang lebih besar. Keterangan: Jika mendapat nilai dehidrasi ringan Jika mendapat nilai dehidrasi sedang Jika mendapat nilai dehidrasi berat.

LEI 11419 PDF

Gastroenteritis Akut

.

FUNCIONES ENFERMERA INSTRUMENTISTA PDF

IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

.

Related Articles